DEMAM
BERDARAH DENGUE (DBD)
PADA ANAK
DISUSUN OLEH : KELOMPOK II
YAYASAN PENDIDIKAN KURNIA JAYA
PERTIWI AKADEMI
KEBIDANAN ANDI MAKKASU PAREPARE
TAHUN AKADEMIK 2017
KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih
lagi Maha Panyayang, kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya,
yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga
kami dapat menyelesaikan makalah kami
yang berjudul “Demam Berdarah Dangue Pada Anak”. Guna memenuhi tugas dari mata
kuliah Ilmu Kesehatan Anak.
Makalah kami ini telah kami susun dengan mengumpulkan materi dari
buku-buku dan internet. ucapan terima kasih kami tuturkan kepada Ners Nurliati, S.Kep,. M.Kep.
Selaku dosen Pembimbing mata kuliah Ilmu Kesehatan Anak yang telah memberikan
tugas kepada kami.
Terlepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada
kekurangan baik dari segi susunan maupun kelengkapan meteri mengingat kami
masih dalam proses belajar. Oleh karena itu dengan hormat kami menerima segala saran dan kritik dari dosen
pembibmbing maupun pembaca agar kami dapat memperbaiki penyusunan makalah
penelitian kami yang berikutnya.
Akhir kata, kami berharap semoga makalah kami
ini dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.
Parepare, Juli 2017
Penyusun
DAFTAR ISI
Judul
Kata Pengantar
Daftar Isi
Bab I Pendahuluan
A. Latar
Belakang
B. Rumusan
Masalah
C. Tujuan
Bab II Pembahasan
A.
Pengertian
B.
Etiologi
C.
Patofisiologi
D.
Tanda dan Gejala
E.
Pengobatan
F.
Komplikasi
Bab III Penutup
A.
Kesimpulan
B.
Saran
Daftar Pustaka
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Musim penghujan yang terjadi di
negara-negara tropis menyebabkan munculnya beberapa organisme penyebab
penyakit, seperti virus, bakteri, jamur, dan parasit. Udara lembab yang sedang
datang bersama hujan menyebabkan organisme tersebut tumbuh semakin subur dan
menyebar dengan sangat cepat. Akibatnya, muncul sejumlah penyakit berbahaya
yang khas untuk negara-negara tropis, salah satunya penyakit Demam Berdarah
Dengue (DBD (Ristanto, Kaunang, Pandelaki, 2015). Hampir setiap tahunnya di Indonesia
ada saja orang yang terjangkit penyakit DBD. Hal ini membuktikan bahwa sebagian
masyarakat masih kurang sadar terhadap kebersihan lingkungan serta lambatnya
pemerintah dalam mengantisipasi dan merespon terhadap merebaknya kasus DBD ini. Masyarakat seringkali salah dalam
mendiagnosis penyakit DBD ini dengan penyakit lain seperti flu atau typhus. Hal
ini disebabkan karena infeksi virus dengue yang menyebabkan DBD bersifat asistomatik
atau tidak jelas gejalanya. Pasien DBD biasanya atau seringkali menunjukkan
gejala batuk, pilek, muntah, mual maupun diare. Masalah bisa bertambah karena virus DBD dapat masuk
bersamaan dengan infeksi penyakit lain seperti flu atau typhus. Oleh karena
itu, permasalahan DBD masih belum mencapai titik terang hingga sekarang.
B.
Rmusan
Masalah
Masalah
yang akan dibahas di makala ini ialah sebagai berikut
1. Apa
yang dimaksud dengan demam berdarah dengue?
2. Apa
yang menyebabkan penyakit demam berdarah dengue dapat diderita anak ?
3. Bagaimana
patofisiologi dari demam berdarah dengue ?
4. Bagaimana
tanda dan gejala dari demam berdarah dengue ?
5. Bagaimana
penanganan dari penyakit demam berdarah dengue ?
6. Komplikasi
apa saja yang dapat di tibulkan dari penyakit demam berdarah dengue ?
C.
Tujuan
Tujuan
dari penyusunan makalah ini ialah untuk mengetahui tentang penyakit demam
berdarah dengue yang biasanya dialami oleh anak.
Selain
dari itu, tujuan lain dari penyusunana makalah ini ialah sebagai berikut :
1. Diketahuinya
pengertian dari demam berdarah dengue.
2. Diketahuinya
penyebab dari penyakit demam berdarah dengue.
3. Diketahuinya
patofiologi dari penyakit demam berdarah dengue.
4. Diketahuinya
tanda dan gejala dari penyakit demam berdarah dengue.
5. Dikeahuinya
penanganan dari penyakit demam berdarah dengue.
6. Diketahuinya
komplikasi yang dapat di tibulkan dari penyakit demam berdarah dengue.
BAB
II
PEMBAHSAN
A.
Pengertian
DBD
Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) {bahasa
medisnya disebut Dengue Hemorrhagic Fever (DHF)} adalah penyakit yang
disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes
aegypti dan Aedes albopictus, yang mana menyebabkan gangguan pada pembuluh darah
kapiler dan pada sistem pembekuan darah, sehingga mengakibatkan
perdarahan-perdarahan.
DHF adalah suatu infeksi arbovirus yang masuk
kedalah tubuh melalui gigitan nyamuk spesies aides. Penyakit ini serin
menyerang anak, ramaja dan dewasa yang ditandai
dengan demam, nyeri otot, dan sendi, ruam kulit, leukopenia,
dan limfadenopati. Dengue hemorrhagic fever adalah demam dengue dengan kondisi
hemoragik seperti trombositopenia, hemokonsentrasi dan dalam beberapa kasus –
kasus yang parah, protein-losing shock syndrome (dengue shock syndrome). Demam berdarah dengue sering disebut pula
Dengue Haemoragic Fever (DFH).
B.
Etiologi
DBD
disebabkan oleh Gigitan nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus dengue (sejenis
arbovirus), yang merupakan virus dari genus Flavivirus, yang memiliki
beberapa jenis yaitu DEN-1 sampai DEN-4, dan di Indonesia palng banyak adalah
virus DEN-3. Infeksi virus dengue ini dapat terjadi reaksi silang dengan virus
lain seperti virus yellow fever, japanese enchepalitis dan west nile virus, yang
akan memperberat gejala dari infeksi virus ini sendiri.
Etiologi Penyakit DBD :
a. Virus dengue
Virus dengue yang
menjadi penyebab penyakit ini termasuk ke dalam Arbovirus (Arthropodborn virus)
group B, tetapi dari empat tipe yaitu virus dengue tipe 1,2,3 dan 4. Keempat
tipe virus dengue tersebut terdapat di Indonesia dan dapat dibedakan satu dari
yang lainnya secara serologis.
b.
Vektor
Virus dengue serotipe 1, 2, 3, dan 4 yang ditularkan melalui vektor yaitu nyamuk aedes aegypti, nyamuk aedes alboptictus, aedes polynesiensis dan beberapa spesies lain merupakan vektor yang kurang berperan.
Virus dengue serotipe 1, 2, 3, dan 4 yang ditularkan melalui vektor yaitu nyamuk aedes aegypti, nyamuk aedes alboptictus, aedes polynesiensis dan beberapa spesies lain merupakan vektor yang kurang berperan.
Nyamuk Aedes
berkembang biak pada genangan Air bersih yang terdapat bejana – bejana yang
terdapat di dalam rumah (Aedes Aegypti) maupun yang terdapat di luar rumah di
lubang – lubang pohon di dalam potongan bambu, dilipatan daun dan genangan air
bersih alami lainnya ( Aedes Albopictus). Nyamuk betina lebih menyukai
menghisap darah korbannya pada siang hari terutama pada waktu pagi hari dan
senja hari.
c.
Host
Jika seseorang mendapat infeksi dengue untuk pertama kalinya maka ia akan mendapatkan imunisasi yang spesifik tetapi tidak sempurna, sehingga ia masih mungkin untuk terinfeksi virus dengue yang sama tipenya maupun virus dengue tipe lainnya. Dengue Haemoragic Fever (DHF) akan terjadi jika seseorang yang pernah mendapatkan infeksi virus dengue tipe tertentu mendapatkan infeksi ulangan untuk kedua kalinya atau lebih dan dapat pula terjadi pada bayi yang mendapat infeksi virus dengue untuk pertama kalinya jika ia telah mendapat imunitas terhadap dengue dari ibunya melalui plasenta.
Jika seseorang mendapat infeksi dengue untuk pertama kalinya maka ia akan mendapatkan imunisasi yang spesifik tetapi tidak sempurna, sehingga ia masih mungkin untuk terinfeksi virus dengue yang sama tipenya maupun virus dengue tipe lainnya. Dengue Haemoragic Fever (DHF) akan terjadi jika seseorang yang pernah mendapatkan infeksi virus dengue tipe tertentu mendapatkan infeksi ulangan untuk kedua kalinya atau lebih dan dapat pula terjadi pada bayi yang mendapat infeksi virus dengue untuk pertama kalinya jika ia telah mendapat imunitas terhadap dengue dari ibunya melalui plasenta.
PENYEBAB
DBD (ETIOLOGI)
Penyakit demam dengue
disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan kepada manusia
melalui perantara nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Tidak
seperti nyamuk-nyamuk yang pada umumnya mencari makan di malam hari, Aedes
aegypti dan Aedes albopictus umumnya menggigit di pagi hari sampai
sore hari menjelang petang.
Jentik-jentik nyamuk Aedes
aegypti dan Aedes albopictus sering ditemukan pada air selokan yang
tidak mengalir, kolam, waduk, atau kamar mandi di rumah kita. Itu artinya
serangga ini menjadikan air yang tenang sebagai media untuk berkembang biak.
Wilayah yang memiliki tingkat
sanitasi buruk, seperti di kota-kota berpenduduk padat yang terletak di
negara-negara berkembang (salah satunya Indonesia), adalah wilayah yang sering
dilanda permasalahan demam dengue. Selain populasi penduduk yang terus
bertambah, penyebaran virus dengue juga didukung oleh mobilitasnya yang terus
meningkat.
Virus dengue sendiri terbagi
menjadi empat strain atau tipe, yaitu DEN 1, DEN 2, DEN 3,
dan DEN 4. Ketika Anda terjangkit salah satu tipe virus dengue untuk pertama
kalinya dan berhasil pulih, maka tubuh Anda akan membentuk kekebalan seumur
hidup terhadap tipe virus tersebut. Namun Anda belum sepenuhnya aman dari demam
dengue karena masih berpotensi menderita penyakit ini kembali oleh tipe virus
yang berbeda.
C.
Patofisiologi
Setelah
virus dengue masuk ke dalam tubuh, pasien akan mengalami keluhan dan gejala
karena viremia, seperti demam, sakit kepala, mual, nyeri otot, pegal seluruh
badan, hiperemi ditenggorokan, timbulnya ruam dan kelainan yang mungkin muncul
pada system retikuloendotelial seperti pembesaran kelenjar-kelenjar getah
bening, hati dan limpa. Ruam pada DHF disebabkan karena kongesti pembuluh darah
dibawah kulit.
Fenomena
patofisiologi utama yang menentukan berat penyakit dan membedakan DF dan DHF
ialah meningginya permeabilitas dinding kapiler karena pelepasan zat
anafilaktosin, histamin dan serotonin serta aktivasi system kalikreain yang
berakibat ekstravasasi cairan intravaskuler. Hal ini berakibat berkurangnya
volume plama, terjadinya hipotensi, hemokonsentrasi, hipoproteinemia, efusi dan
renjatan.
Adanya
kebocoran plasma ke daerah ekstravaskuler ibuktikan dengan ditemukannya cairan
dalam rongga serosa, yaitu dalam rongga peritoneum, pleura dan perikard.
Renjatan hipovolemik yang terjadi sebagai akibat kehilangan plasma, bila tidak
segera teratasi akan terjadi anoxia jaringan, asidosis metabolic dan kematian.
Sebab lain kematian pada DHF adalah perdarahan hebat. Perdarahan umumnya
dihubungkan dengan trombositopenia, gangguan fungsi trombosit dan kelainan
fungsi trombosit.
Fungsi
agregasi trombosit menurun mungkin disebabkan proses imunologis terbukti dengan
terdapatnya kompleks imun dalam peredaran darah. Kelainan system koagulasi
disebabkan diantaranya oleh kerusakan hati yang fungsinya memang tebukti
terganggu oleh aktifasi system koagulasi. Masalah terjadi tidaknya DIC pada
DHF/ DSS, terutama pada pasien dengan perdarahan hebat.
D.
Tanda
dan gejala
Ciri-ciri Demam
Dengue (DD) Penyakit demam dengue memiliki gejala atau ciri-ciri sebagai
berikut: Mengalami demam dengan suhu yang tinggi bisa mencapai 40°C Sakit
kepala parah Menggigil Nyeri di belakang bola mata Sakit pinggang Nyeri pada
kaki dan sendi Ruam Kemerahan pada kulit. Ruam yang berupa bintik-bintik
pendarahan dibawah kulit (ptekie) yang berwarna merah kehitaman. Mungkin juga
terjadi gastritis dengan kombinasi sakit di perut yang disertai dengan mual,
muntah, atau diare. Pada beberapa kasus demam dengue menunjukkan gejala yang
lebih ringan yang dapat salah didiagnosis sebagai influenza, chikungunya, atau
infeksi virus lainnya bila tidak ada ruam hadir. Demam pada demam dengue atau
demam berdarah berlangsung sekitar enam hingga tujuh hari, pada hari 1-2 demam
tinggi, hari ke 3-4 demam turun, hari ke 5-6 demam naik lagi (sedikit)
membentuk pola pelana kuda atau disebut dengan pola biphasic. Secara
klinis, demam akan diikuti dengan penurunan jumlah trombosit hingga suhu pasien
normal.
Bersumber dari: 20 Ciri-ciri Demam Berdarah Dengue (DBD) - Mediskus
Bersumber dari: 20 Ciri-ciri Demam Berdarah Dengue (DBD) - Mediskus
Berikut ini
beberapa gejala demam dengue, di antaranya:
- Suhu
badan tinggi yang bisa mencapai 41 derajat celcius
- Tubuh
menggigil
- Kehilangan
nafsu makan
- Badan
terasa lelah
- Sakit kepala
- Sakit tenggorokan
- Wajah
berwarna kemerahan
- Nyeri
sendi, otot, dan tulang
- Mual-mual
- Muntah
- Nyeri
pada bagian belakang mata
- Pembengkakan
kelenjar getah bening
- Munculnya
bintik-bintik merah di kulit (terutama pada anak-anak)
Pada kasus yang jarang terjadi, demam dengue juga menyebabkan
hidung dan gusi mengeluarkan darah yang jumlahnya sangat sedikit (berbeda
dengan pendarahan yang terjadi pada hemorrhagic dengue fever yang
mana volume darah yang dikeluarkan cukup banyak)
Virus dengue
memerlukan masa inkubasi sama seperti virus lain pada umumnya. Masa inkubasi
adalah jarak waktu antara virus pertama kali masuk ke tubuh sampai gejala mulai
muncul. Pada demam dengue, gejala biasanya baru dirasakan setelah 4-10 hari
sejak masuknya virus melalui gigitan nyamuk.
Sering kali kita
sulit membedakan antara gejala demam dengue dengan sakit flu biasa, terlebih
lagi jika kita belum pernah membaca informasi seputar gejalanya. Karena itu,
alangkah baiknya kita langsung memeriksakan diri ke dokter apabila di keluarga
kita ada yang mengalami gejala-gejala demam dengue seperti disebutkan di atas
untuk mencegah kondisi memburuk.
Beberapa dokter
biasanya mampu mengenali demam dengue hanya dari gejala-gejala yang pasien
rasakan, terlebih lagi jika mereka sudah sering menangani penyakit ini. Untuk
memperkuat diagnosis, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan darah untuk
mendeteksi keberadaan virus dengue di dalam tubuh. Karena banyaknya kondisi
lain yang bisa menyebabkan gejala serupa dengan demam dengue, maka pemeriksaan
darah penting untuk dilakukan.
E.
Penanganan
Jika kita bisa mengenali gejala penyakit demam dengue tanpa
bantuan dari dokter, maka pengobatan demam dengue cukup mudah dilakukan di
samping memang tidak adanya obat khusus yang diperuntukkan untuk penyakit ini.
Namun yang menjadi masalah adalah kita bukan seorang dokter.
Dokter sendiri pun masih membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut, misalnya tes
darah, untuk melihat keberadaan virus dengue di dalam darah atau memastikan
apakah gejala yang ada memang disebabkan oleh demam dengue dan bukan kondisi
lain.
Apabila gejala yang kita alami sudah dipastikan akibat demam
dengue, maka saran pengobatan yang umumnya diberikan oleh dokter adalah:
§
Banyak beristirahat.
§
Minum banyak cairan untuk mencegah dehidrasi (terutama untuk
mengganti cairan tubuh yang terbuang akibat gejala demam tinggi dan
muntah-muntah).
§
Mengonsumsi parasetamol dan acetaminophen untuk meredakan demam
dan nyeri.
§
Berhenti menjalani aktivitas untuk sementara waktu sampai tubuh
benar-benar pulih.
Sebagai
bagian dari saran pengobatan demam dengue, umumnya dokter akan melarang kita
mengonsumsi ibuprofen, aspirin, atau naproxen sodium untuk meredakan gejala
demam dan nyeri. Karena ketiga obat ini bisa memicu terjadinya pendarahan
internal apabila dikonsumsi oleh penderita demam dengue.
Jika saran pengobatan di atas dijalani secara benar, maka biasanya
gejala demam dengue akan mulai menunjukkan tanda-tanda pulih dalam waktu 3-5
hari, kemudian sembuh total dalam waktu kurang dari dua minggu.
Sebagian besar orang akan merasakan lelah ketika baru saja pulih
dari demam dengue, namun hal ini wajar dan sifatnya hanya sementara. Bahkan ada
beberapa orang yang butuh waktu sampai satu setengah bulan sampai kondisinya
benar-benar fit.
Penting untuk selalu memonitor perkembangan
gejala demam dengue ketika kondisi ini dalam masa pengobatan. Anda disarankan
untuk menemui dokter kembali apabila gejala tidak menunjukkan tanda-tanda
pemulihan dalam waktu 3-5 hari. Bahkan Anda diharuskan segera ke rumah sakit
apabila demam dengue mengarah kepada gejala demam berdarah dengue (DBD)
dan dengue shock syndrome setelah suhu tubuh turun (fase
kritis).
Jika ingin menjadikan referensi
ambahan tidak wajib masuk di makalah ta.
atalaksana Demam
Berdarah Dengue tanpa syok
Anak dirawat di rumah
sakit
- Berikan anak banyak minum
larutan oralit atau jus buah, air tajin, air sirup, susu, untuk mengganti
cairan yang hilang akibat kebocoran plasma, demam, muntah/diare.
- Berikan parasetamol bila demam.
Jangan berikan asetosal atau ibuprofen karena obat-obatan ini dapat
merangsang terjadinya perdarahan.
- Berikan infus sesuai dengan
dehidrasi sedang:
- Berikan hanya larutan isotonik
seperti Ringer laktat/asetat
- Kebutuhan cairan parenteral
- Berat badan < 15 kg : 7
ml/kgBB/jam
- Berat badan 15-40 kg : 5
ml/kgBB/jam
- Berat badan > 40 kg : 3
ml/kgBB/jam
- Pantau tanda vital dan
diuresis setiap jam, serta periksa laboratorium (hematokrit, trombosit, leukosit
dan hemoglobin) tiap 6 jam
- Apabila terjadi penurunan
hematokrit dan klinis membaik, turunkan jumlah cairan secara bertahap
sampai keadaan stabil. Cairan intravena biasanya hanya memerlukan waktu
24–48 jam sejak kebocoran pembuluh kapiler spontan setelah pemberian
cairan.
- Apabila terjadi perburukan
klinis berikan tatalaksana sesuai dengan tata laksana syok terkompensasi (compensated
shock).
Tatalaksana Demam
Berdarah Dengue dengan Syok
- Perlakukan hal ini sebagai
gawat darurat. Berikan oksigen 2-4 L/menit secarra nasal.
- Berikan 20 ml/kg larutan
kristaloid seperti Ringer laktat/asetat secepatnya.
- Jika tidak menunjukkan
perbaikan klinis, ulangi pemberian kristaloid 20 ml/kgBB secepatnya
(maksimal 30 menit) atau pertimbangkan pemberian koloid 10-20ml/kgBB/jam
maksimal 30 ml/kgBB/24 jam.
- Jika tidak ada perbaikan klinis
tetapi hematokrit dan hemoglobin menurun pertimbangkan terjadinya
perdarahan tersembunyi; berikan transfusi darah/komponen.
- Jika terdapat perbaikan klinis
(pengisian kapiler dan perfusi perifer mulai membaik, tekanan nadi
melebar), jumlah cairan dikurangi hingga 10 ml/kgBB/jam dalam 2-4 jam dan
secara bertahap diturunkan tiap 4-6 jam sesuai kondisi klinis dan
laboratorium.
- Dalam banyak kasus, cairan
intravena dapat dihentikan setelah 36-48 jam. Ingatlah banyak kematian
terjadi karena pemberian cairan yang terlalu banyak daripada pemberian
yang terlalu sedikit.
F.
Komplikasi
Waspadalah terhadap demam berdarah dengue (DBD)
dan dengue shock syndrome sebagai dua komplikasi demam dengue
yang mematikan, meskipun dua kondisi tersebut tergolong langka dan lebih
berisiko terjadi pada orang yang sistem kekebalan tubuhnya tidak mampu melawan
infeksi demam dengue atau pada orang yang sebelumnya pernah terkena demam
dengue dari tipe virus berbeda.
Sebelum DBD muncul, biasanya penderita demam dengue akan mengalami
penurunan suhu tubuh terlebih dahulu. Namun pada tahap ini, kerusakan dan
kebocoran pembuluh darah mulai terjadi dan trombosit menurun. Ketika gejala DBD
makin parah, maka penderita akan:
§
Merasakan nyeri perut tidak tertahankan.
§
Mengalami pendarahan pada lapisan kulit yang mengakibatkan kulit
tampak seperti memar.
§
Mengalami pendarahan pada gusi.
§
Mengeluarkan darah dari mulut dan hidung.
§
Muntah-muntah dengan disertai darah.
§
Mengalami pembengkakan dan kerusakan pada organ hati.
§
Mengalami gangguan pada paru-paru dan jantung.
§
Mengalami kegagalan pada sistem peredaran darah.
Apabila
DBD terlambat ditangani, maka bisa berkembang menjadi dengue shock syndrome yang
mana tekanan darah menurun secara drastis dan pendarahan menjadi makin berat.
Untuk mencegah terjadinya kematian akibat dua komplikasi di atas,
maka segera bawa penderita demam dengue ke rumah sakit apabila Anda melihat
tanda-tandanya. Selain memberikan cairan infus, dokter di rumah sakit biasanya
akan melakukan transfusi darah untuk mengganti darah yang berkurang, serta
memonitor tekanan darah.
BAB
III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Virus
Dengue termasuk dalam kelompok B arthropode-borne virus
(arbovirus) dan sekarang dikenal dengan genus flavivirus, famili Flaviviridae.
Di Indonesia sekarang telah dapat diisolasi 4 serotipe yang berbeda namun
memiliki hubungan genetik satu dengan yang lain, yaitu DEN-1, DEN-2, DEN-3 dan DEN-4.
Ternyata DEN-2 dan DEN-3 merupakan serotipe yang paling banyak sebagai
penyebab.
o
Infeksi
virus dengue telah ada di Indonesia sejak abad ke-18 seperti yang dilaporkan
oleh David Bylon, dokter berkebangsaan Belanda.
o
Ada
beberapa patogenesis yang dianut pada infeksi virus dengue yaitu hipotesis
infeksi sekunder (teori secondary heterologous infection), teori virulensi, dan
hipotesis antibody dependent enhancement(ADE).
o
Pemeriksaan rutin dapat dilakukan berupa pemeriksaan :
haemoglobin, hematokrit, leukosit, dan trombosit. Pemeriksaan antibodi yang
lebih spesifik adalah IgG dan IgM dengue serta pemeriksaan NS1
o
Pengobatan
penderita Demam Berdarah adalah dengan cara:
§ Penggantian cairan tubuh.
§ Penderita diberi minum sebanyak 1,5
liter -2 liter dalam 24 jam (air the dan gula sirup atau susu).
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA
Helly Conny Pangemanan.
2016.https://ejournal.unsrat.ac.id.
Diakses 10
Juli 2017
Ni
Komang Mentary Putri Sudibia. 2016. file:///C:/Users/ACER%20ES1-131-C3YE/Downloads/21563-1-41906-1-10-20160702.pdf
Diakses juli
2017
Diakses Juli
2017
Diakses Juli
2017
Anonim. 2016 http://www.alodokter.com Demam Berdarah Gejala
Diakses
juli 2017
Anonim. http://www.alodokter.com
Demam Berdarah Gejala
Diakses Juli 2017
Anonim.
http://www.alodokter.com
Demam Berdarah Pengobatan
Diakses Juli 2017
Anonim. http://www.alodokter.com
Demam Berdarah Komplikasi
Diakses
Juli2017
Anonim.https://mediskus.com
Penyakit 20 Ciri-Ciri Demam Berdarah Dengue
Diakses Juli 2017