Kamis, 13 Juli 2017

DBD Pada Anak (Ilmu Kesehatan Anak)

DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD)
PADA ANAK


DISUSUN OLEH : KELOMPOK II




YAYASAN PENDIDIKAN KURNIA JAYA PERTIWI AKADEMI
KEBIDANAN ANDI MAKKASU PAREPARE
TAHUN AKADEMIK 2017

KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah  kami yang berjudul “Demam Berdarah Dangue Pada Anak”. Guna memenuhi tugas dari mata kuliah Ilmu Kesehatan Anak.
Makalah kami ini telah  kami susun dengan mengumpulkan materi dari buku-buku dan internet. ucapan terima kasih kami  tuturkan kepada Ners Nurliati, S.Kep,. M.Kep. Selaku dosen Pembimbing mata kuliah Ilmu Kesehatan Anak yang telah memberikan tugas kepada kami.
Terlepas dari semua itu, kami  menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan maupun kelengkapan meteri mengingat kami masih dalam proses belajar. Oleh karena itu dengan hormat kami  menerima segala saran dan kritik dari dosen pembibmbing maupun pembaca agar kami dapat memperbaiki penyusunan makalah penelitian kami yang  berikutnya.
Akhir kata, kami berharap semoga makalah  kami  ini dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.




                                                                                    Parepare,   Juli 2017
    
                                                                                           Penyusun



DAFTAR ISI
Judul
Kata Pengantar
Daftar Isi
Bab I Pendahuluan
A.    Latar Belakang 
B.     Rumusan Masalah
C.     Tujuan
Bab II Pembahasan
A.    Pengertian
B.     Etiologi
C.     Patofisiologi
D.    Tanda dan Gejala
E.     Pengobatan
F.      Komplikasi
Bab III Penutup
A.    Kesimpulan
B.     Saran
Daftar Pustaka




BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Musim penghujan yang terjadi di negara-negara tropis menyebabkan munculnya beberapa organisme penyebab penyakit, seperti virus, bakteri, jamur, dan parasit. Udara lembab yang sedang datang bersama hujan menyebabkan organisme tersebut tumbuh semakin subur dan menyebar dengan sangat cepat. Akibatnya, muncul sejumlah penyakit berbahaya yang khas untuk negara-negara tropis, salah satunya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD (Ristanto, Kaunang, Pandelaki, 2015).                                                                Hampir setiap tahunnya di Indonesia ada saja orang yang terjangkit penyakit DBD. Hal ini membuktikan bahwa sebagian masyarakat masih kurang sadar terhadap kebersihan lingkungan serta lambatnya pemerintah dalam mengantisipasi dan merespon terhadap merebaknya kasus DBD ini.                               Masyarakat seringkali salah dalam mendiagnosis penyakit DBD ini dengan penyakit lain seperti flu atau typhus. Hal ini disebabkan karena infeksi virus dengue yang menyebabkan DBD bersifat asistomatik atau tidak jelas gejalanya. Pasien DBD biasanya atau seringkali menunjukkan gejala batuk, pilek, muntah, mual maupun diare.                                                      Masalah bisa bertambah karena virus DBD dapat masuk bersamaan dengan infeksi penyakit lain seperti flu atau typhus. Oleh karena itu, permasalahan DBD masih belum mencapai titik terang hingga sekarang.
B.     Rmusan Masalah
Masalah yang akan dibahas di makala ini ialah sebagai berikut
1.      Apa yang dimaksud dengan demam berdarah dengue?
2.      Apa yang menyebabkan penyakit demam berdarah dengue dapat diderita anak ?
3.      Bagaimana patofisiologi dari demam berdarah dengue ?
4.      Bagaimana tanda dan gejala dari demam berdarah dengue ?
5.      Bagaimana penanganan dari penyakit demam berdarah dengue ?
6.      Komplikasi apa saja yang dapat di tibulkan dari penyakit demam berdarah dengue ?
C.    Tujuan
Tujuan dari penyusunan makalah ini ialah untuk mengetahui tentang penyakit demam berdarah dengue yang biasanya dialami oleh anak.
Selain dari itu, tujuan lain dari penyusunana makalah ini ialah sebagai berikut :
1.      Diketahuinya pengertian dari demam berdarah dengue.
2.      Diketahuinya penyebab dari penyakit demam berdarah dengue.
3.      Diketahuinya patofiologi dari penyakit demam berdarah dengue.
4.      Diketahuinya tanda dan gejala dari penyakit demam berdarah dengue.
5.      Dikeahuinya penanganan dari penyakit demam berdarah dengue.
6.      Diketahuinya komplikasi yang dapat di tibulkan dari penyakit demam berdarah dengue.

BAB II
PEMBAHSAN
A.    Pengertian DBD
Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) {bahasa medisnya disebut Dengue Hemorrhagic Fever (DHF)} adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, yang mana menyebabkan gangguan pada pembuluh darah kapiler dan pada sistem pembekuan darah, sehingga mengakibatkan perdarahan-perdarahan.
DHF adalah suatu infeksi arbovirus yang masuk kedalah tubuh melalui gigitan nyamuk spesies aides. Penyakit ini serin menyerang anak, ramaja dan dewasa yang ditandai  dengan demam, nyeri otot, dan sendi, ruam kulit, leukopenia, dan limfadenopati. Dengue hemorrhagic fever adalah demam dengue dengan kondisi hemoragik seperti trombositopenia, hemokonsentrasi dan dalam beberapa kasus – kasus yang parah, protein-losing shock syndrome (dengue shock syndrome). Demam berdarah dengue sering disebut pula Dengue Haemoragic Fever (DFH).
B.     Etiologi
DBD disebabkan oleh Gigitan nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus dengue (sejenis arbovirus), yang  merupakan virus dari genus Flavivirus, yang memiliki beberapa jenis yaitu DEN-1 sampai DEN-4, dan di Indonesia palng banyak adalah virus DEN-3. Infeksi virus dengue ini dapat terjadi reaksi silang dengan virus lain seperti virus yellow fever, japanese enchepalitis dan west nile virus, yang akan memperberat gejala dari infeksi virus ini sendiri. 
Etiologi Penyakit DBD :
a.       Virus dengue
Virus dengue yang menjadi penyebab penyakit ini termasuk ke dalam Arbovirus (Arthropodborn virus) group B, tetapi dari empat tipe yaitu virus dengue tipe 1,2,3 dan 4. Keempat tipe virus dengue tersebut terdapat di Indonesia dan dapat dibedakan satu dari yang lainnya secara serologis.
b.      Vektor
Virus dengue serotipe 1, 2, 3, dan 4 yang ditularkan melalui vektor yaitu nyamuk aedes aegypti, nyamuk aedes alboptictus, aedes polynesiensis dan beberapa spesies lain merupakan vektor yang kurang berperan.
Nyamuk Aedes berkembang biak pada genangan Air bersih yang terdapat bejana – bejana yang terdapat di dalam rumah (Aedes Aegypti) maupun yang terdapat di luar rumah di lubang – lubang pohon di dalam potongan bambu, dilipatan daun dan genangan air bersih alami lainnya ( Aedes Albopictus). Nyamuk betina lebih menyukai menghisap darah korbannya pada siang hari terutama pada waktu pagi hari dan senja hari.
c.        Host
Jika seseorang mendapat infeksi dengue untuk pertama kalinya maka ia akan mendapatkan imunisasi yang spesifik tetapi tidak sempurna, sehingga ia masih mungkin untuk terinfeksi virus dengue yang sama tipenya maupun virus dengue tipe lainnya. Dengue Haemoragic Fever (DHF) akan terjadi jika seseorang yang pernah mendapatkan infeksi virus dengue tipe tertentu mendapatkan infeksi ulangan untuk kedua kalinya atau lebih dan dapat pula terjadi pada bayi yang mendapat infeksi virus dengue untuk pertama kalinya jika ia telah mendapat imunitas terhadap dengue dari ibunya melalui plasenta.
PENYEBAB DBD (ETIOLOGI)
Penyakit demam dengue disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan kepada manusia melalui perantara nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Tidak seperti nyamuk-nyamuk yang pada umumnya mencari makan di malam hari, Aedes aegypti dan Aedes albopictus umumnya menggigit di pagi hari sampai sore hari menjelang petang.
Jentik-jentik nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus sering ditemukan pada air selokan yang tidak mengalir, kolam, waduk, atau kamar mandi di rumah kita. Itu artinya serangga ini menjadikan air yang tenang sebagai media untuk berkembang biak.
Wilayah yang memiliki tingkat sanitasi buruk, seperti di kota-kota berpenduduk padat yang terletak di negara-negara berkembang (salah satunya Indonesia), adalah wilayah yang sering dilanda permasalahan demam dengue. Selain populasi penduduk yang terus bertambah, penyebaran virus dengue juga didukung oleh mobilitasnya yang terus meningkat.
Virus dengue sendiri terbagi menjadi empat strain atau tipe, yaitu DEN 1, DEN 2, DEN 3, dan DEN 4. Ketika Anda terjangkit salah satu tipe virus dengue untuk pertama kalinya dan berhasil pulih, maka tubuh Anda akan membentuk kekebalan seumur hidup terhadap tipe virus tersebut. Namun Anda belum sepenuhnya aman dari demam dengue karena masih berpotensi menderita penyakit ini kembali oleh tipe virus yang berbeda.

C.    Patofisiologi
Setelah virus dengue masuk ke dalam tubuh, pasien akan mengalami keluhan dan gejala karena viremia, seperti demam, sakit kepala, mual, nyeri otot, pegal seluruh badan, hiperemi ditenggorokan, timbulnya ruam dan kelainan yang mungkin muncul pada system retikuloendotelial seperti pembesaran kelenjar-kelenjar getah bening, hati dan limpa. Ruam pada DHF disebabkan karena kongesti pembuluh darah dibawah kulit.
Fenomena patofisiologi utama yang menentukan berat penyakit dan membedakan DF dan DHF ialah meningginya permeabilitas dinding kapiler karena pelepasan zat anafilaktosin, histamin dan serotonin serta aktivasi system kalikreain yang berakibat ekstravasasi cairan intravaskuler. Hal ini berakibat berkurangnya volume plama, terjadinya hipotensi, hemokonsentrasi, hipoproteinemia, efusi dan renjatan.
Adanya kebocoran plasma ke daerah ekstravaskuler ibuktikan dengan ditemukannya cairan dalam rongga serosa, yaitu dalam rongga peritoneum, pleura dan perikard. Renjatan hipovolemik yang terjadi sebagai akibat kehilangan plasma, bila tidak segera teratasi akan terjadi anoxia jaringan, asidosis metabolic dan kematian. Sebab lain kematian pada DHF adalah perdarahan hebat. Perdarahan umumnya dihubungkan dengan trombositopenia, gangguan fungsi trombosit dan kelainan fungsi trombosit.
Fungsi agregasi trombosit menurun mungkin disebabkan proses imunologis terbukti dengan terdapatnya kompleks imun dalam peredaran darah. Kelainan system koagulasi disebabkan diantaranya oleh kerusakan hati yang fungsinya memang tebukti terganggu oleh aktifasi system koagulasi. Masalah terjadi tidaknya DIC pada DHF/ DSS, terutama pada pasien dengan perdarahan hebat.

D.    Tanda dan gejala
Ciri-ciri Demam Dengue (DD) Penyakit demam dengue memiliki gejala atau ciri-ciri sebagai berikut: Mengalami demam dengan suhu yang tinggi bisa mencapai 40°C Sakit kepala parah Menggigil Nyeri di belakang bola mata Sakit pinggang Nyeri pada kaki dan sendi Ruam Kemerahan pada kulit. Ruam yang berupa bintik-bintik pendarahan dibawah kulit (ptekie) yang berwarna merah kehitaman. Mungkin juga terjadi gastritis dengan kombinasi sakit di perut yang disertai dengan mual, muntah, atau diare. Pada beberapa kasus demam dengue menunjukkan gejala yang lebih ringan yang dapat salah didiagnosis sebagai influenza, chikungunya, atau infeksi virus lainnya bila tidak ada ruam hadir. Demam pada demam dengue atau demam berdarah berlangsung sekitar enam hingga tujuh hari, pada hari 1-2 demam tinggi, hari ke 3-4 demam turun, hari ke 5-6 demam naik lagi (sedikit) membentuk pola pelana kuda atau disebut dengan pola biphasic. Secara klinis, demam akan diikuti dengan penurunan jumlah trombosit hingga suhu pasien normal.
Bersumber dari: 
20 Ciri-ciri Demam Berdarah Dengue (DBD) - Mediskus
Berikut ini beberapa gejala demam dengue, di antaranya:        
  • Suhu badan tinggi yang bisa mencapai 41 derajat celcius
  • Tubuh menggigil
  • Kehilangan nafsu makan
  • Badan terasa lelah
  • Sakit kepala
  • Sakit tenggorokan
  • Wajah berwarna kemerahan
  • Nyeri sendi, otot, dan tulang
  • Mual-mual
  • Muntah
  • Nyeri pada bagian belakang mata
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Munculnya bintik-bintik merah di kulit (terutama pada anak-anak)
Pada kasus yang jarang terjadi, demam dengue juga menyebabkan hidung dan gusi mengeluarkan darah yang jumlahnya sangat sedikit (berbeda dengan pendarahan yang terjadi pada hemorrhagic dengue fever yang mana volume darah yang dikeluarkan cukup banyak)
Virus dengue memerlukan masa inkubasi sama seperti virus lain pada umumnya. Masa inkubasi adalah jarak waktu antara virus pertama kali masuk ke tubuh sampai gejala mulai muncul. Pada demam dengue, gejala biasanya baru dirasakan setelah 4-10 hari sejak masuknya virus melalui gigitan nyamuk.
Sering kali kita sulit membedakan antara gejala demam dengue dengan sakit flu biasa, terlebih lagi jika kita belum pernah membaca informasi seputar gejalanya. Karena itu, alangkah baiknya kita langsung memeriksakan diri ke dokter apabila di keluarga kita ada yang mengalami gejala-gejala demam dengue seperti disebutkan di atas untuk mencegah kondisi memburuk.
Beberapa dokter biasanya mampu mengenali demam dengue hanya dari gejala-gejala yang pasien rasakan, terlebih lagi jika mereka sudah sering menangani penyakit ini. Untuk memperkuat diagnosis, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan darah untuk mendeteksi keberadaan virus dengue di dalam tubuh. Karena banyaknya kondisi lain yang bisa menyebabkan gejala serupa dengan demam dengue, maka pemeriksaan darah penting untuk dilakukan.



E.     Penanganan
Jika kita bisa mengenali gejala penyakit demam dengue tanpa bantuan dari dokter, maka pengobatan demam dengue cukup mudah dilakukan di samping memang tidak adanya obat khusus yang diperuntukkan untuk penyakit ini.
Namun yang menjadi masalah adalah kita bukan seorang dokter. Dokter sendiri pun masih membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut, misalnya tes darah, untuk melihat keberadaan virus dengue di dalam darah atau memastikan apakah gejala yang ada memang disebabkan oleh demam dengue dan bukan kondisi lain.
Apabila gejala yang kita alami sudah dipastikan akibat demam dengue, maka saran pengobatan yang umumnya diberikan oleh dokter adalah:
§  Banyak beristirahat.
§  Minum banyak cairan untuk mencegah dehidrasi (terutama untuk mengganti cairan tubuh yang terbuang akibat gejala demam tinggi dan muntah-muntah).
§  Mengonsumsi parasetamol dan acetaminophen untuk meredakan demam dan nyeri.
§  Berhenti menjalani aktivitas untuk sementara waktu sampai tubuh benar-benar pulih.
Sebagai bagian dari saran pengobatan demam dengue, umumnya dokter akan melarang kita mengonsumsi ibuprofen, aspirin, atau naproxen sodium untuk meredakan gejala demam dan nyeri. Karena ketiga obat ini bisa memicu terjadinya pendarahan internal apabila dikonsumsi oleh penderita demam dengue.
Jika saran pengobatan di atas dijalani secara benar, maka biasanya gejala demam dengue akan mulai menunjukkan tanda-tanda pulih dalam waktu 3-5 hari, kemudian sembuh total dalam waktu kurang dari dua minggu.
Sebagian besar orang akan merasakan lelah ketika baru saja pulih dari demam dengue, namun hal ini wajar dan sifatnya hanya sementara. Bahkan ada beberapa orang yang butuh waktu sampai satu setengah bulan sampai kondisinya benar-benar fit.
Penting untuk selalu memonitor perkembangan gejala demam dengue ketika kondisi ini dalam masa pengobatan. Anda disarankan untuk menemui dokter kembali apabila gejala tidak menunjukkan tanda-tanda pemulihan dalam waktu 3-5 hari. Bahkan Anda diharuskan segera ke rumah sakit apabila demam dengue mengarah kepada gejala demam berdarah dengue (DBD) dan dengue shock syndrome setelah suhu tubuh turun (fase kritis).

Jika ingin menjadikan referensi ambahan tidak wajib masuk di makalah ta.

atalaksana Demam Berdarah Dengue tanpa syok
Anak dirawat di rumah sakit
  • Berikan anak banyak minum larutan oralit atau jus buah, air tajin, air sirup, susu, untuk mengganti cairan yang hilang akibat kebocoran plasma, demam, muntah/diare.
  • Berikan parasetamol bila demam. Jangan berikan asetosal atau ibuprofen karena obat-obatan ini dapat merangsang terjadinya perdarahan.
  • Berikan infus sesuai dengan dehidrasi sedang:
    • Berikan hanya larutan isotonik seperti Ringer laktat/asetat
    • Kebutuhan cairan parenteral
      • Berat badan < 15 kg : 7 ml/kgBB/jam
      • Berat badan 15-40 kg : 5 ml/kgBB/jam
      • Berat badan > 40 kg : 3 ml/kgBB/jam
    • Pantau tanda vital dan diuresis setiap jam, serta periksa laboratorium (hematokrit, trombosit, leukosit dan hemoglobin) tiap 6 jam
    • Apabila terjadi penurunan hematokrit dan klinis membaik, turunkan jumlah cairan secara bertahap sampai keadaan stabil. Cairan intravena biasanya hanya memerlukan waktu 24–48 jam sejak kebocoran pembuluh kapiler spontan setelah pemberian cairan.
  • Apabila terjadi perburukan klinis berikan tatalaksana sesuai dengan tata laksana syok terkompensasi (compensated shock).
Tatalaksana Demam Berdarah Dengue dengan Syok
  • Perlakukan hal ini sebagai gawat darurat. Berikan oksigen 2-4 L/menit secarra nasal.
  • Berikan 20 ml/kg larutan kristaloid seperti Ringer laktat/asetat secepatnya.
  • Jika tidak menunjukkan perbaikan klinis, ulangi pemberian kristaloid 20 ml/kgBB secepatnya (maksimal 30 menit) atau pertimbangkan pemberian koloid 10-20ml/kgBB/jam maksimal 30 ml/kgBB/24 jam.
  • Jika tidak ada perbaikan klinis tetapi hematokrit dan hemoglobin menurun pertimbangkan terjadinya perdarahan tersembunyi; berikan transfusi darah/komponen.
  • Jika terdapat perbaikan klinis (pengisian kapiler dan perfusi perifer mulai membaik, tekanan nadi melebar), jumlah cairan dikurangi hingga 10 ml/kgBB/jam dalam 2-4 jam dan secara bertahap diturunkan tiap 4-6 jam sesuai kondisi klinis dan laboratorium.
  • Dalam banyak kasus, cairan intravena dapat dihentikan setelah 36-48 jam. Ingatlah banyak kematian terjadi karena pemberian cairan yang terlalu banyak daripada pemberian yang terlalu sedikit.

F.     Komplikasi
Waspadalah terhadap demam berdarah dengue (DBD) dan dengue shock syndrome sebagai dua komplikasi demam dengue yang mematikan, meskipun dua kondisi tersebut tergolong langka dan lebih berisiko terjadi pada orang yang sistem kekebalan tubuhnya tidak mampu melawan infeksi demam dengue atau pada orang yang sebelumnya pernah terkena demam dengue dari tipe virus berbeda.
Sebelum DBD muncul, biasanya penderita demam dengue akan mengalami penurunan suhu tubuh terlebih dahulu. Namun pada tahap ini, kerusakan dan kebocoran pembuluh darah mulai terjadi dan trombosit menurun. Ketika gejala DBD makin parah, maka penderita akan:
§  Merasakan nyeri perut tidak tertahankan.
§  Mengalami pendarahan pada lapisan kulit yang mengakibatkan kulit tampak seperti memar.
§  Mengalami pendarahan pada gusi.
§  Mengeluarkan darah dari mulut dan hidung.
§  Muntah-muntah dengan disertai darah.
§  Mengalami pembengkakan dan kerusakan pada organ hati.
§  Mengalami gangguan pada paru-paru dan jantung.
§  Mengalami kegagalan pada sistem peredaran darah.
Apabila DBD terlambat ditangani, maka bisa berkembang menjadi dengue shock syndrome yang mana tekanan darah menurun secara drastis dan pendarahan menjadi makin berat.
Untuk mencegah terjadinya kematian akibat dua komplikasi di atas, maka segera bawa penderita demam dengue ke rumah sakit apabila Anda melihat tanda-tandanya. Selain memberikan cairan infus, dokter di rumah sakit biasanya akan melakukan transfusi darah untuk mengganti darah yang berkurang, serta memonitor tekanan darah.




                














BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
 Virus Dengue termasuk dalam kelompok B arthropode-borne virus (arbovirus) dan sekarang dikenal dengan genus flavivirus, famili Flaviviridae. Di Indonesia sekarang telah dapat diisolasi 4  serotipe yang berbeda namun memiliki hubungan genetik satu dengan yang lain, yaitu DEN-1, DEN-2, DEN-3 dan DEN-4. Ternyata DEN-2 dan DEN-3 merupakan serotipe yang paling banyak sebagai penyebab.
o   Infeksi virus dengue telah ada di Indonesia sejak abad ke-18 seperti yang dilaporkan oleh David Bylon, dokter berkebangsaan Belanda.
o   Ada beberapa patogenesis yang dianut pada infeksi virus dengue yaitu hipotesis infeksi sekunder (teori secondary heterologous infection), teori virulensi, dan hipotesis antibody dependent enhancement(ADE).
o   Pemeriksaan rutin dapat dilakukan berupa pemeriksaan : haemoglobin, hematokrit, leukosit, dan trombosit. Pemeriksaan antibodi yang lebih spesifik adalah IgG dan IgM dengue serta pemeriksaan NS1
o   Pengobatan penderita Demam Berdarah adalah dengan cara:
§  Penggantian cairan tubuh.
§  Penderita diberi minum sebanyak 1,5 liter -2 liter dalam 24 jam (air the dan gula sirup atau susu).

B.     Saran
















DAFTAR PUSTAKA
Helly Conny Pangemanan. 2016.https://ejournal.unsrat.ac.id.
          Diakses            10 Juli  2017
Ni Komang Mentary Putri Sudibia. 2016. file:///C:/Users/ACER%20ES1-131-C3YE/Downloads/21563-1-41906-1-10-20160702.pdf
                  Diakses  juli 2017
Yazid. 2016. http:// www.atlm.web.id/ Makalah Demam Berdarah Virus Dengue
                  Diakses  Juli 2017
Anonim. 2016. http://www.ichrc.org/ Demam Berdarah Dengue Diagnosis Dan Tatalaksana.
                  Diakses Juli  2017
 Anonim. 2016 http://www.alodokter.com  Demam Berdarah Gejala
Diakses juli 2017
Anonim. http://www.alodokter.com Demam Berdarah Gejala
                  Diakses Juli 2017
Anonim. http://www.alodokter.com Demam Berdarah Pengobatan
                  Diakses Juli 2017
Anonim. http://www.alodokter.com Demam Berdarah Komplikasi
                  Diakses  Juli2017
Anonim.https://mediskus.com Penyakit 20 Ciri-Ciri Demam Berdarah Dengue

                        Diakses Juli 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar