Sabtu, 25 Juni 2016

Keterampilan Dasar Kebidanan 2 Part 1 : Persiapan & Pemeriksaan Diagnostik

Keterampilan Dasar Kebidanan 2 Part 1 : Persiapan & Pemeriksaan Diagnostik  yang Berhubungandengan Praktik Kebidanan  

     PENDAHULUAN
Pelayanan kebidanan adalah pelayanan yang diberikan bidan sesuai dengan kewenangannya untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak di keluarga maupun di masyarakat. kewenangan bidan tercantum dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1464/Menkes/Per/X/2010 tentang Izin dan Penyelenggaraan Praktik Bidan.
Asuhan kebidanan adalah proses pengambilan keputusan dan tindakan yang dilakukan oleh bidan sesuai dengan kewenangan dan ruang lingkup praktiknya berdasarkan ilmu dan kiat kebidanan yang merupakan fungsi dan kegiatan yang menjadi tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kepada klien yang mempunyai kebutuhan / masalah dalam bidang kesehatan ibu masa hamil, masa persalinan, nifas, bayi setelah lahir serta kb (Kepmenkes no.369 /MENKES/SK/III/2007 tanggal : 27 Maret  2007).
DIAGNOSA KEBIDANAN                  
Diagnosa kebidanan dalam standar praktik kebidanan adalah diagnosa yang ditegakkan bidan sesuai dengan lingkup praktik kebidanan dan  dalam tanggung jawab maupun tanggung gugat bidan, dirumuskan berdasarkan analisis data yang telah dikumpulkan.
            Dalam Standar Asuhan Kebidanan ( Lampiran Bab II Kepmenkes No. (938/Menkes/SK/VIII/2007 ).
a.       Peryataan standar : Bidan menganalisis data yang diperoleh pada pengkajian, menginterpretasikannya secara akurat dan logis untuk menegakkan diagnosa dan masalah kebidanan yang tepat.
b.      kriteria  perumusan masalah dan atau masalah:
1.      diagnosa sesuai dengan nomenklatur kebidanan
2.      masalah dirumuskan sesuai dengan kondisi klien
3.      dapat diselesaikan dengan asuhan kebidanan secara mandiri, kolaborasi dann rujukan.

DIAGNOSA NOMENKLATUR KEBIDANAN


1.      Persalinan Normal
2.      Partus Normal
3.      Syok
4.      DJJ tidak Normal
5.      Abortus
6.      Solusio Placentae
7.      Akut Pyelonephritis
8.      Amnionitis
9.      Anemia Berat
10.  Apendiksitis
11.  Atonia Uteri
12.  Infeksi Mammae
13.  Pembekakan Mammae
14.  Presentasi Bokong
15.  Asma Bronchiale
16.  Presentasi Dagu
17.  Disproporsi Sevalo Pelvik
18.  Hipertensi Kronik
19.  Koagilopati
20.  Presentasi Ganda
21.  Cystitis
22.  Eklampsia
23.  Kelainan Ektopik
24.  Encephalitis
25.  Epilepsi
26.  Hidramnion
27.  Presentasi Muka
28.  Persalinan Semu
29.  Kematian Janin
30.  Hemorargik Antepartum
31.  Hemorargik Postpartum
32.  Gagal Jantung
33.  Inertia Uteri

34.  Infeksi Luka
35.  Invertio Uteri
36.  Bayi Besar
37.  Malaria Berat dengan Komplikasi
38.  Malaria Ringan dengan Komplikasi
39.  Mekonium
40.  Menginitis
41.  Metritis
42.  Migrain
43.  Kehamilan Mola
44.  Kehamilan Ganda
45.  Partus Macet
46.  Posisi Occiput Posterior
47.  Posisi Occiput Melintang
48.  Kista Ovarium
49.  Abses Pelvix
50.  Peritonitis
51.  Placenta Previa
52.  Pneumonia
53.  Pre-Eklamsi
54.  Hipertensi karena Kehamilan
55.  Ketuban Pecah dini
56.  Partus Prematus
57.  Prolapsus Tali Pusat
58.  Partus Fase Laten Lama
59.  Partus Kala II Lama Sisa Plasenta
60.  Sisa Plasenta
61.  Retensio Plasenta
62.  Ruptura Uteri
63.  Bekas Luka Uteri
64.  Presentase Bahu
65.  Distosia Bahu
66.  Robekan serviks dan vagina
67.  Tetanus
68.  Letak Lintang
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN.
Manajemen Asuahan kebidanan adalah pendekatan dan kerangka piker yang digunakan oleh bidan dalam menerapkan metode pemecahan masalah secara sistematis mulai dari pengumpulan data, analisis data, diagnose kebidanan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.
Sebelum menegakkan diagnosa bidan harus mengumpulkan semua  informasi yang akurat dari semua yang berkaitan dengan klien. Yaitu anamnesa, pemeriksaan fisik sesuai dengan kebutuhan, pemeriksaan tanda tanda vital,pemeriksaan khusus dan pemeriksaan penunjang.
PERSIAPAN PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
1.      Pemahaman instruksi dan pengisian formulir
2.      Persiapan pederita
a.       Puasa
b.      Obat
c.       Waktu pengambilan
d.      Posisi pengambilan
3.      Cara pengambilan sampel
4.      Penanganan awal sampel dan tansfortasi
PERSIAPAN DAN PENGAMBILAN SPESIMEN
1.      Pemeriksaan darah
2.      Pemeriksaan urine
3.      Pemeriksaan faeces
4.      Pengambilan sputum
5.      Pengambilan specimen cairan vagina/hapusan genetalia
  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar